Di awal malam, di akhir bulan februari
Ketika lagu cinta baru saja di mulai
Tampak wajahmu dalam bayang gelas piala
Menyatu dengan butiran gelembung soda
Di awal malam, usai makan malam
Minuman bersoda menyayikan lagunya
Memang rasa lapar telah terusir
Namun rasa rindu masih ingin mampir
Sewangi akar rumput bambu
Rindu semakin menggebu
Walau detik telah berlari
Dan jengkerik makin nyaring bernyanyi
Kulihat bulan mulai menampakkan wajahnya
Bersama sapuan dedaunan dan mega-mega
Hatiku masih merindu
Dan bulan kini bergambar wajahmu
Terus menggodaku
Walau lagu romantis telah lama berlalu
Kamis, 23 Desember 2010
Hatiku
Di kedalaman hatiku
Ada taman yang menghijau
Bunga-bunga merah jambu
Ada juga yang warna biru
Seperti sebuah pasar baru
Penghuninya makin menggebu
Berkumpul menjadi satu
Saling berbicara dan menyatu
Ada taman yang menghijau
Bunga-bunga merah jambu
Ada juga yang warna biru
Seperti sebuah pasar baru
Penghuninya makin menggebu
Berkumpul menjadi satu
Saling berbicara dan menyatu
Senin, 20 Desember 2010
Angin Pagi
Angin pagi membelai rambutmu
Bersama sepatu barumu yang berwarna putih
Berbaur dengan obrolan anak-anak seusiamu
Dan juga seragam sekolah mereka yang putih bersih
Itu karena kemarin baru di laundry
Wangi parfummu menebarkan aura pesona
Seperti obat bius yang disemprotkan ke seluruh ruangan
Membuat orang-orang terdiam
Itu karena parfummu baru dibeli
Waktu berlalu meninggalkan pagi
Tetapi pesonamu masih melekat di hati
Dan kusimpan di dompet sampai sore nanti
Itu karena dompetku tak ada isi
Bersama sepatu barumu yang berwarna putih
Berbaur dengan obrolan anak-anak seusiamu
Dan juga seragam sekolah mereka yang putih bersih
Itu karena kemarin baru di laundry
Wangi parfummu menebarkan aura pesona
Seperti obat bius yang disemprotkan ke seluruh ruangan
Membuat orang-orang terdiam
Itu karena parfummu baru dibeli
Waktu berlalu meninggalkan pagi
Tetapi pesonamu masih melekat di hati
Dan kusimpan di dompet sampai sore nanti
Itu karena dompetku tak ada isi
Puja-Puja
Puja-puja lembut merekah di hatiku
Mengajakku berdansa, menyuarakan keindahan dirimu
Hati bergetar oleh pesta dansa yang ingar bingar
Pesta tak pernah usai, dan puja-puja tak pernah sampai
Puja-pujaku dibawa angin malam
Selama tiga bulan
Sampaikan wahai angin malam
Pada bulan yang ke empat
Aku masih memuja sesaat
Walau sesaat aku masih terus berharap
Di bulan ke lima
Kelembutan angin malam menyapa
Hanya sapaan kosong dan hampa
Walau hampa ia masih bersuara
Mengajakku berdansa, menyuarakan keindahan dirimu
Hati bergetar oleh pesta dansa yang ingar bingar
Pesta tak pernah usai, dan puja-puja tak pernah sampai
Puja-pujaku dibawa angin malam
Selama tiga bulan
Sampaikan wahai angin malam
Pada bulan yang ke empat
Aku masih memuja sesaat
Walau sesaat aku masih terus berharap
Di bulan ke lima
Kelembutan angin malam menyapa
Hanya sapaan kosong dan hampa
Walau hampa ia masih bersuara
Senin, 27 September 2010
Selasa, 27 April 2010
Menari
Aku ingin menari
Bersamamu malam ini
Malam penuh suara canda tawa
Bintang-bintang di angkasa
Pegang tanganku
Ikatkan sebuah rindu untukku
Dengan tali pita warna ungu
Wajahmu memancarkan cahaya aura
Membuatku tiada berdaya
Menahan asmara dalam dada
Menari ayo kita menari
Sebuah tarian suci tanda bangunnya hati
Bersama kesaksian para bintang malam ini
Sang dewi bulan melambaikan tangan
Kepada tarian suci dalam hangatnya malam
Sebagai tanda persetujuannya
Malam yang penuh makna
Membawa kita dalam kelana
Terbang jauh kesana
Bersamamu malam ini
Malam penuh suara canda tawa
Bintang-bintang di angkasa
Pegang tanganku
Ikatkan sebuah rindu untukku
Dengan tali pita warna ungu
Wajahmu memancarkan cahaya aura
Membuatku tiada berdaya
Menahan asmara dalam dada
Menari ayo kita menari
Sebuah tarian suci tanda bangunnya hati
Bersama kesaksian para bintang malam ini
Sang dewi bulan melambaikan tangan
Kepada tarian suci dalam hangatnya malam
Sebagai tanda persetujuannya
Malam yang penuh makna
Membawa kita dalam kelana
Terbang jauh kesana
Langganan:
Komentar (Atom)
