Puja-puja lembut merekah di hatiku
Mengajakku berdansa, menyuarakan keindahan dirimu
Hati bergetar oleh pesta dansa yang ingar bingar
Pesta tak pernah usai, dan puja-puja tak pernah sampai
Puja-pujaku dibawa angin malam
Selama tiga bulan
Sampaikan wahai angin malam
Pada bulan yang ke empat
Aku masih memuja sesaat
Walau sesaat aku masih terus berharap
Di bulan ke lima
Kelembutan angin malam menyapa
Hanya sapaan kosong dan hampa
Walau hampa ia masih bersuara
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar