Di awal malam, di akhir bulan februari
Ketika lagu cinta baru saja di mulai
Tampak wajahmu dalam bayang gelas piala
Menyatu dengan butiran gelembung soda
Di awal malam, usai makan malam
Minuman bersoda menyayikan lagunya
Memang rasa lapar telah terusir
Namun rasa rindu masih ingin mampir
Sewangi akar rumput bambu
Rindu semakin menggebu
Walau detik telah berlari
Dan jengkerik makin nyaring bernyanyi
Kulihat bulan mulai menampakkan wajahnya
Bersama sapuan dedaunan dan mega-mega
Hatiku masih merindu
Dan bulan kini bergambar wajahmu
Terus menggodaku
Walau lagu romantis telah lama berlalu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar