Senin, 19 Oktober 2009

Jam Pasir

Denting jam pasir dihatiku
Menyebutkan nama cantikmu
Diiringi irama cahaya merah
Di ufuk timur yang mulai menyala

Kubertanya kepada bantal gulingmu
Yang begitu jauh dari kenyataanku

Adakah ia semalam mendampingimu
Dalam kehangatan mimpi
tentang alam semesta dan galaksi-galaksi
Karena aku yakin tadi malam kau sendiri

Aku juga bertanya kepada selimutmu
Pagi ini mugkin belum sempat kau sentuh
Dengan kelembutan tanganmu
Untuk dilipat dan dirapikan
Setelah semalam menemanimu

Bantal gulingmu mungkin tetap dalam senyuman
Walau ia tak segera kau rapikan
Walau ia hanya kau lemparkan begitu saja
Di setiap pagimu

Mungkin kau tak memperdulikannya
Di sela denting waktu pagimu
Kau segera perlu buru-buru
Menuju kamar mandi
Untuk pipis tentunya
Karena semalam adalah perjalanan jauh
Naik kereta berkuda menuju semesta raya

Denting jam pasirku masih menyebutkan nama cantikmu
Dalam bayangan semu
Jam berdentang tanda pukul tuju
Lalu jam pasirku seolah berhenti
Saat air menyiram tubuhku
Dengan tarian mandi pagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar