Senin, 19 Oktober 2009

Puisi Dan Bulan

Kutuliskan puisi ini
Dimalam bulan bersinar purnama
Namun ia terselimuti mega
Meski begitu jua
Takkan mengurangi sinar semangatnya untuk tetap berputar

Kutuliskan puisi ini
Karena sebuah rasa menggelora
Dimalam daun-daun berwarna keperakan
meski tak sejelas purnama tanpa mega

Rasa ini harus kutuliskan
Karena purnama telah menganjurkan
Pada saat kuberjalan pulang dari membeli sebungkus nasi
Dengan lauk ikan gurami

Seandainya dimalam indah ini
Dalam purnama yang terselimiti mega
kau ada disisiku dan benar-benar nyata
untuk melalui bersama rasa gembira

Wahai purnama dan mega
Sinarmu membuatku menyalakan rasa
Rasa dari dalam hatiku
Dan kupinta jua kepadamu
Sinarilah hati orang yang kucinta nun jauh disana
Demi kegairahan jua untuknya
Mugkin ia akan tersenyum dalam tawa
Bersama sinar purnama yang mungkin tanpa mega

Untuknya yang takkan pernah tahu rasa didalam hatiku
Kutuliskan puisi ini
Demi purnama yang memintaku membayangkan wajahnya saat ini
Terselimuti mega

Tidak ada komentar:

Posting Komentar